Saturday, 20 November 2021

Hargailah Etika Berteman, Karena Kehilangan Teman Lebih Menyakitkan dibanding Kesalahan yang Pernah Diperbuat


 


Percayalah... Kehilangan Teman Jauh Lebih Menyakitkan Dibandingkan Dengan Kesalahan Yang Pernah Kita Perbuat Terhadap Diri Sendiri dan Orang Lain. Maka hargailah etika tidak tertulis dalam berteman...



Pernahkah terlintas dalam benak pikiran kita hidup sendiri? Sebatas menunjukkan kita bisa survive sendiri tanpa teman? Atau pernah enggak sih menunjukkan kesombongan dengan bisa melakukan semuanya sendiri? Ilustrasi sederhana tentang riset film berikut ini akan membuka pandangan yang lebih luas tentang keberhargaan teman. 


Film booming tahun 2019 yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck. Arthur yang kesepian, tidak memiliki teman dan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari lingkungannya. Karena latar belakang tersebut, ia menderita penyakit bipolar dan tidak dapat membedakan mana delusi, ilusi dan realitas. Dalam film tersebut, Arthur juga menyampaikan "Orang jahat tercipta dari orang baik yang sering tersakiti". Betapa dukungan dari lingkungan pertemanan, sangat diperlukan untuk kesehatan mental seseorang. 


Film yang dibintangi Tom Hank tahun 2000 berjudul Cast Away. Tom Hank yang berperan sebagai Chuck Nolland terdampar di sebuah pulau akibat kecelakaan pesawat cargo. Disini, ia hanya sendiri dan mencoba untuk bertahan hidup dengan segala cara. Beberapa bulan berlalu, Nolland belum menemukan cara untuk kembali ke negaranya. Nolland merasakan kesepian dan depresi, hingga ia membuka paket yang berisi bola. Bola tersebut diberikan rambut, digambarkan mata, hidung dan bibir yang tersenyum. Setiap hari, Nolland membawa bola tersebut dan mengajaknya bicara layaknya seorang teman. Bahkan ketika bola tersebut terbawa arus air, ia sangat bersedih. Hingga tingkat depresi paling berat yang dialami Nolland ketika bola tersebut jatuh dan hanyut ke laut. 


Film berikutnya adalah Taxi Driver 1976 oleh Robert Danielo mantan veteran perang kesepian. Dalam kesepiannya, ia berusaha mencari teman dengan cara menjadi taxi driver. Ia menjadikan taxi tersebut sebagai temannya yang mengantarkan keliling kota dan merasa bahagia. 


Film Her 2013 yang diperankan oleh Joaquin Phoenik/ pemeran Joker. Film ini berkisah tentang seorang pria yang kesepian meski berada dalam hiruk pikuk kota yang ramai. Ia menjalani kehidupannya sendiri terasa sunyi. Hingga ia membeli sebuah perangkat komputer dan menjadikan komputer itu sebagai temannya. Ia memberikan karakter tersendiri terhadap perangkat tersebut dan diberi nama Samantha. Setiap waktu, ia berkomunikasi dan berbicara dengan Samantha. 


Film selanjutnya adalah Requiem For A Dream pada tahun 2000, berkisah tentang seorang ibu yang kesepian tidak memiliki teman, anaknya memiliki kesibukan sendiri. Sehingga ibu hanya di rumah, menjadikan TV sebagai teman. Bahkan sang ibu sempat berimajinasi jika ia dapat masuk dalam program TV favoritnya.  


Kisah Nicola Tesla dan Merpati yang selalu menemani hingga akhir hayat hidupnya. Sebagaimana dilansir dalam sejarah peradaban manusia, Tesla adalah orang yang memberikan cahaya penerang. Bahkan sebelum ia jatuh miskin dan tinggal di penginapan bersama dengan merpatinya, ia memiliki projek besar terhadap umat manusia yaitu menciptakan teknologi transmisi tanpa kabel/wireless secara cuma-cuma kepada seluruh umat manusia. Sayangnya, belum terwujud proyek tersebut, investor menarik semua dananya.Hal tersebut tidak meruntuhkan niat Tesla untuk mewujudkan mimpi teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dinikmati semua orang murah/tanpa biaya. Tesla menjual seluruh assetnya untuk menjadikan sebuah mimpi menjadi nyata. Belum terwujud mimpi tersebut, Tesla jatuh miskin dan hidup bersama merpatinya. Perjalanan Nicola Tesla sangat panjang, mulai dari pertemuannya dengan Thomas Alfa Edison, J.P. Morgan, Brown, dan George Westinghouse. Ia tetap memiliki prinsip yang teguh untuk menciptakan kemudahan bagi manusia tanpa komersialisasi. Nyatanya, proyek nirkabel tersebut harus ditutup karena kehabisan modal. Teman dan investornya hanya memikirkan sudut bisnis dan komersialisasi. Pada akhirnya, Nicola Tesla memilih untuk menghabiskan masa tuanya bersama dengan teman sejati, merpati yang tak pernah ingkar janji.


Itulah gambaran secara luas tentang keberhargaan teman. Bagaimana seorang teman dapat menentukan pola pikir, menentukan pengambilan keputusan kehidupan, memberikan dukungan baik secara moral maupun mental, memiliki tujuan yang sama. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila kita memiliki teman yang sejalan. Sama halnya dengan Tesla,mungkin jika dulu teman-teman Tesla adalah orang yang sejalan dengan pemikirannya? Kita saat ini menikmati internet secara gratis. Berteman dengan orang-orang bisnis, tentunya otak kita otak bisnis, berteman dengan ilmuwan maka isi otak kita bagaimana mendapatkan ilmu pengetahuan, berteman dengan ahli spiritual maka kita mendapatkan pencerahan, berteman dengan agamais maka kita mendapatkan dogma.


Lalu bagaimana kita menjalin pertemanan dengan perbedaan cara, pandangan dan pemikiran yang tak sejalan? 


Kita semua berbeda, yang sejalan belum tentu sama. Sedikit ataupun banyak ada pergesekan yang terjadi. Bagaimana kita menyikapi? Dalam pergaulan apapun, sebaiknya kita menjunjung etika tidak tertulis dalam berteman : 


1. MENGHARGAI PRIVASI  

Jangan merasa dekat tanpa sekat lalu kita merasa paling bersahabat dengan kehidupan pribadinya. Selalu bersama, sering bercengkrama,  ada sisi lain dimana setiap manusia membutuhkan ruang untuk sendiri. Disaat inilah, patutnya sebagai sahat dan teman, kita menghargai ruang privasi teman sendiri. Jangan merasa teman, lalu kita berhak untuk tahu semua privasi orang lain. Memaksa agar teman kita mau bercerita apapun tentang kehidupan pribadinya. Jika ia sedang menutup diri, maka jangan kurang ajar untuk mencari tahu kehidupan pribadinya melalui orang lain, apalagi bertanya kepada sahabat dekatnya dengan tujuan untuk  memperburuk keadaan. Hal ini sangat tidak sopan dan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Berteman jangan seperti anak kecil, mencari keberpihakan kemana-mana untuk menjatuhkan sesama teman. Kedewasaan sangat diperlukan dalam etika pertemanan. Meski dianggap sepele, tetapi pelanggaran terhadap etika pertemanan ini dapat merusak hubungan baik Anda. Meski berteman dengan baik dan sangat akrab/konco kentel, tidak segala sesuatunya harus diceritakan kepada teman. Ada bagian kehidupan yang mengharuskan kita untuk berbicara pada diri sendiri untuk introspeksi dan melakukan perubahan. Pada bagian ini, sebaiknya sikap kita jangan sibuk menghakimi, mengkorek-korek melalui orang lain, mencurigai, menuduh dia tidak benar, menuduh tanpa bukti, menarik kesimpulan sendiri, menyebarkan gosip, membuka aib, menyebarkan fitnah dan kebencian. Justru pada saat ini, dukungan yang sangat diperlukan adalah menghargainya privasinya. Jangan paksa teman kita bercerita apalagi dijadikan senjata untuk menjatuhkan teman dengan cara-cara menjebak. Tentunya tindakan ini tidak terpuji. Jangankan terpuji, kepantasan saja tidak ada. Dimana kata teman harus disandingkan dengan nama kita? Jangan-jangan kita mengaku teman, kalo dia sudah sukses? Jangan-jangan kita mengaku teman, jika ingin kasbon uang? Jangan-jangan kita mengaku teman, jika ada kepentingan saja? Lalu dimana peran kita sebagai teman saat dia ingin sendiri, saat ia menangis, saat ia butuh pertolongan? Jangan hanya ingin dimengerti sendiri! Saat kita menangis, teman harus mengusap air mata kita.  Sedangkan saat dia menangis, justru kita menambahkan sayatan lukanya? Apakah itu yang disebut teman? Apakah sikap seperti itu disebut pertemanan? Boleh berteman, tapi hargai privasi. 


Mengapa kita harus menghargai privasi teman? 


Secara analisis teori psikologi komunikasi, manusia memiliki 4 jendela kehidupan yang patut diketahui. Jendela itu disebut dengan teori Johari Window yang berisi tentang open self, blind self, hidden self, unknown self. Secara sederhana penjelasan teori ini adalah 

1. Jendela 1 : SAYA TAHU DAN ANDA TAHU (OPEN SELF) 

2. Jendela 2 : SAYA TIDAK TAHU DAN ANDA TAHU (BLIND SELF) 

3. Jendela 3 : SAYA TAHU DAN ANDA TIDAK TAHU (HIDDEN SELF) 

4. jendela 4 : SAYA TIDAK TAHU DAN ANDA TIDAK TAHU (UNKNOWN SELF) 


2. JANGAN IKUT CAMPUR JIKA TIDAK DIMINTAI PENDAPAT 

Meski berteman, kita terlahir dari aspek kebudayaan yang berbeda-beda. Membantu bukan berarti ikut campur. Justru hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Banyak cara elegan yang dapat dilakukan jika ingin membantu teman. Dukungan bukan hanya bertindak atas nama memberi bantuan. Tanyakan apakah perlu bantuan terhadap masalahnya? Jika tidak, sebaiknya jangan paksakan kehendak  untuk membantu meski berniat baik. Berikan ruang pendewasaan diri untuk teman kita. Meski demikian, selayaknya teman berikanlah atensi agar ia merasa nyaman. 


3. JADILAH PENDENGAR DAN PEMBERI SOLUSI TERBAIK 

Ada bagian kehidupan dimana manusia membutuhkan untuk didengarkan bukan dihakimi. Saat mendengarkan, bukan pula kita menjadi opportunis dan memanfaatkan segala bentuk informasi sebagai senjata untuk membuka kartu keburukan teman sendiri. Saat harus mendengarkan, cukup pendengaran kita yang bekerja. Setelah itu, berikan solusi jika ia membutuhkan solusi. Tetapi jika ia hanya sekedar menumpahkan unek-uneknya saja, jadilah pendengar yang baik. Cukuplah informasi itu sampai pada pendengaran, pikiran dan hati kita. Bukan untuk disebarluaskan lagi kepada orang lain. Cukup informasi itu berhenti pada diri sendiri dan jadikan pelajaran yang bermakna. 


Etika pertemanan ini sangat sepele, tapi tidak dapat diabaikan. Dampaknya akan merusak hubungan pertemanan.Secara harfiah, manusia membutuhkan teman. Jangan sampai hubungan pertemanan yang sudah terjalin harus pupus karena hal-hal sepele. Kehilangan teman sangat menyedihkan terlebih pernah berbuat salah kepadanya sebelum meminta maaf dan ia telah pergi. Percayalah mencari 1000 musuh lebih mudah dibanding 1 teman. 


Bogor, 20 September 2021 

Salam, 


Sri Patmi 

Friday, 19 November 2021

Hati-hati Jika Bertemu Orang yang Manipulatif di Kantor!

Ilustrasi Gambar : prokabar.com

 

Tidak ada kawan atau lawan, yang ada hanya kepentingan... 

Disadari atau tidak, tentunya kita sering menemukan sikap-sikap yang membuat tidak nyaman saat berada dilingkungan kerja. Bukan hanya sekedar tabiat yang dibawa sejak lahir, ternyata sikap manipulatif ini juga dipicu karena adanya faktor eksternal lainnya seperti workplace spirituallity dan kepentingan yang ingin dicapai. 

Ciri-ciri umum sikap manipulatif yang akan memperkeruh budaya kerja, hubungan yang tidak sehat, konflik pertentangan dan kesehatan mental secara pribadi yaitu : 


1. Senang Berada Di Zona Aman Sendiri 

Bahasa gampangnya, bermain dibalik layar. Terkesan membantu pekerjaan orang lain dan penolong. Poin pentingnya adalah jika ia berhasil membantu pekerjaan tersebut, maka ia akan ikut mengklaim keberhasilan tersebut juga diperoleh dari dirinya. Jika pekerjaan itu gagal, ia tidak akan maju kedepan menunjukkan jika ia juga termasuk aktor yang berada dibalik kegagalan orang tersebut. Cari aman, cari nama dengan membonceng program kerja orang lain. 


2. Paling Pinter Ngomong Manis 

Hati-hati terhadap orang-orang yang suka berbicara manis dihadapan Anda. Biasanya, ucapan si manipulatif akan penuh rayuan, pujian, seakan memihak kepada Anda. Padahal dibalik layar, justru ia adalah dalang dan biang kerok terjadinya segala macam permasalahan. 


3. Suka Bercanda dan Menyinggung Perasaan Orang Lain 

Si Manipulatif kurang bisa menempatkan diri. Terkadang masalah pribadi orang lain menjadi bahan tertawaan dan ejekan didepan publik ataupun dibelakang Anda. Hal yang dilakukan si manipulatif adalah banyak teman dengan menjatuhkan urusan pribadi teman yang lain. Obrolan/chit chatnya pepesan kosong tanpa makna, yang penting orang lain bisa menertawai kehidupan lainnya hingga lupa menertawai kehidupannya sendiri. 


4. Pura-Pura Peduli Padahal Hanya Topeng 

Seperti kalimat diawal, mencari teman harus hati-hati apalagi dilingkungan kerja. Semua orang membawa kepentingannya masing-masing. Sikap kepura-puraan digunakan untuk kamuflase tercapainya kepentingan. 


5. Playing Victim 

Pernah ketemu orang yang begini? Suka nyalahin orang lain, nunjuk orang lain, narik kesimpulan sendiri setelah dibantu? Lempar masalah ke orang lain dan sembunyi dibawah ketek atasan? Lebih parah lagi, merendahkan hasil kerja orang lain, one man show, menjadi sang heroik, dan mengakui hasil kerja orang lain sebagai hasil keringatnya sendiri. 


6. Menjadikan Kelemahan Orang Lain Baik Secara Pribadi Maupun Pekerjaan Sebagai Senjata Untuk Menyerang 

Bagian ini yang paling patut diwaspadai. Entah bagaimanapun caranya, ia akan mencari tahu apa yang terjadi pada semua orang. Dari satu titik lemah orang tersebut, ia akan menjadikan titik lemah itu menjadi senjata untuk menyerang. Jika persaingan secara kompetitif dan sehat tidak dapat meraih kepentingannya, cara ini yang akan ia tempuh. 


Jika Anda menemukan sikap tersebut didalam diri Anda atau orang lain, sebaiknya hati-hati. Hal ini dapat merusak diri sendiri, seperti menaruh bom waktu yang akan meledak pada titik kulminasi. Konsultasikan segera sikap manipulatif ke dokter/psikiater. Bukan berarti ODGJ, tapi secara psikologis, mental Anda butuh penanganan intensif dari orang yang memahami ilmu tersebut. 


Jakarta Selatan, 19 November 2021

Salam, 


Sri Patmi 

Thursday, 18 November 2021

Penghapusan PPh Atas Dividen Mampu Dorong Geliat Investasi di Indonesia

Ilustrasi Gambar : Medcom.id

 


Realisasi investasi menunjukkan perkembangan yang baik. Dilansir dari data BKPM dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017, penghasilan dari luar negeri meningkat setiap tahunnya. 

1. Tahun 2014, penghasilan luar negeri sebesar 703 miliar dengan kredit pajak 94 miliar, PPh terhutang (25%) 175 miliar, penerimaan pajak negara 80 miliar. 

2. Tahun 2015, penghasilan LN 594 miliar, kredit pajak 63 miliar, PPh terutang 148 miliar dan penerimaan pajak negara 85 miliar. 

3. Tahun 2016, penghasilan LN 1.461 miliar, kredit pajak LN 94 miliar, PPh terutang 365 miliar dan penerimaan pajak negara 271 miliar. 

4. Tahun 2017, penghasilan LN 1.650 miliar, kredit pajak LN 418 miliar, PPh terutang 412 miliar, penerimaan pajak negara -5 miliar. 


Hal ini membuktikan adanya kebijakan pajak negara untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Apalagi persaingan global ekonomi semakin ketat karena banyak negara yang sekarang telah membuka diri terhadap penanaman modal asing. Meski telah menunjukkan kurva kenaikan angka investasi, Indonesia harus tetap mewaspadai peringkatnya di posisi 91 menurut data Bank Dunia pada tahun 2016. Indonesia lebih unggul diatas Filiphina, Kamboja, Laos dan Myanmar. Sementara Vietnam ada di peringkat 82 dan Thailand 46. Dalam hal investasi, Singapura masih menduduki posisi pertama di Asia Pasifik. Lalu bagaimana stimulus upaya yang dapat dilakukan Indonesia agar tetap bersaing di kancah ekonomi internasional? 


Kebijakan UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan 


Ada 4 klaster perpajakan yang dibahas dalam UU Cipta kerja yaitu : 

1. Ketentuan Tata Cara Perpajakan 

2. Pajak Penghasilan (PPh) 

3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 

4. Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)


Pemerintah menyadari bahwa untuk mendukung investasi di Indonesia, maka UU Cipta Kerja ini juga mengatur klaster perpajakan didalamnya. Latar belakang klaster kemudahan berusaha di bidang perpajakan sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian Indonesia, mendorong investasi ditengah kondisi perlambatan ekonomi dunia. Perubahan rezim perpajakan Indonesia dari worldwide tax system ke territorial tax system dalam Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker). 


Salah satu cara untuk meningkatkan investasi di Indonesia berupa penurunan tarif PPh Badan secara bertahap 22% pada tahun 2020 dan 2021, tahun 2022 sebesar 20% dan seterusnya. Penghapusan PPh atas dividen yang diterima WPDN (Badan & OP) merupakan reformasi sistem classical menjadi one-tier system. 


Bagai dua sisi mata koin, penghapusan PPh atas dividen ini membawa pengaruh positif dan negatif. Secara positif, memberikan kemudahan berusaha investor asing di Indonesia, menekan tarif pajak efektif bagi pelaku usaha dalam negeri, berpotensi menghilangkan pajak berganda Badan dan Pribadi, meningkatkan kepatuhan pajak secara sukarela dari Wajib Pajak, dan mendorong penempatan dana yang lebih produktif di Indonesia. Secara negatif, penghapusan PPh atas dividen ini berpotensi mengurangi penerimaan negara. Dimana sektoral ekonomi Indonesia banyak ditunjang dari perpajakan. 


Pajak Penghasilan (PPh) dan Dividen


Pajak Penghasilan (PPh) menurut Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 Pasal 1 adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak. Objek PPh adalah gaji, upah; tunjangan; honorarium; komisi; bonus; gratifikasi; uang pensiun; atau imbalan dalam bentuk lainnya. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya, bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang, dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi, royalti, sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, penerimaan atau perolehan pembayaran berkala, keuntungan karena pembebasan utang. Poin penting dasar pengenaan PPh ini adalah dividen yang dibagikan pada pemegang saham. Dividen adalah bagian laba yang diberikan kepada pemegang saham yang diperoleh dari akun saldo ditahan (retainded earning). 


Perbedaan Ketentuan Lama dan UU Cipta Kerja 


Secara garis besar, perbedaan ketentuan tersebut adalah sebagai berikut : 


A. DIVIDEN DALAM NEGERI 

Ketentuan Lama 

Dividen yang Diterima Oleh :

1)  WP Badan DN dengan kepemilikan 25%

tidak dikenai PPh.

2)  WP Badan DN dengan kepemilikan < 25%

dikenai PPh tarif normal.

3)  WP OP DN, dikenai PPh Final 10%.


Ketentuan UU Cipta Kerja (DN) : 

Dividen yang Diterima Oleh :

1)  WP Badan DN dengan kepemilikan saham

berapapun tidak dikenai PPh.

2) WP OP DN, dikenai PPh Final 10%, kecuali apabila dividen tsb diinvestasikan di wilayah NKRI dalam waktu tertentu tidak dikenai PPh.


Secara garis besar, untuk aturan yang baru PPh atas dividen dalam negeri tidak dikenai PPh (Badan) dan Pribadi dikenai PPh Final 10% kecuali dividen tersebut diinvestasikan di Indonesia. 


B. DIVIDEN LUAR NEGERI 

Ketentuan Lama : 

Dividen yang diterima oleh WP Badan dan WP OP DN dikenai PPh tarif normal Pasal 17 UU PPh


Ketentuan Baru : 

Penghapusan PPh atas:

Dividen dari LN dan penghasilan setelah pajak dari suatu BUT di LN yang diterima/diperoleh WP Badan DN atau WP OP DN sepanjang diinvestasikan atau digunakan untuk mendukung kegiatan usaha lainnya di wilayah NKRI dalam waktu tertentu, dan memenuhi persyaratan sbb:

1.  Dividen dan penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan min. 30% dari laba setelah pajak:

atau

2.   Dividen yang berasal dari badan usaha di luar negeri yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek diinvestasikan di Indonesia sebelum diterbitkan SKP oleh DJP atas dividen tsb sehubungan dengan penerapan ketentuan terkait hubungan istimewa - Pasal 18 ayat (2)


Dividen yang berasal dari LN di atas merupakan:

a)      Dividen yang dibagikan berasal dari badan usaha di luar negeri yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek; atau

b)      Dividen yang dibagikan berasal dari badan usaha di luar negeri yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek sesuai dengan proporsi kepemilikan saham.


3. Dalam hal dividen yang dibagikan oleh Badan di LN yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek sesuai dengan porsi kepemilikan, dan penghasilan setelah pajak BUT di LN, diinvestasikan di wilayah NKRI kurang dari 30% dari jumlah laba setelah pajak, maka:

a)      Atas dividen dan penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan tersebut, dikecualikan dari pengenaan Pajak Penghasilan;

b)      Atas selisih dari 30% laba setelah pajak dikurangi dengan dividen dan/atau penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan dikenai Pajak Penghasilan;

c)      Atas sisa laba setelah pajak dikurangi dengan dividen dan/atau penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan sebagaimana dimaksud pada huruf a) serta atas selisih sebagaimana dimaksud pada huruf b), tidak dikenai Pajak Penghasilan;


Dalam hal dividen yang dibagikan  oleh Badan di LN yang sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek sesuai dengan porsi kepemilikan, dan penghasilan setelah pajak BUT di LN, diinvestasikan di wilayah NKRI lebih dari 30% dari jumlah laba setelah pajak, maka:

a)      Atas dividen dan penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan tersebut, dikecualikan dari pengenaan Pajak Penghasilan;

b)      Atas sisa laba setelah pajak dikurangi dengan dividen dan/atau penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan sebagaimana dimaksud dalam huruf a), tidak dikenai PPh;


SKEMA PERLAKUAN PPh Atas Dividen LN : 

1. Jika diinvestasikan < 30% dari jumlah laba setelah pajak = Dividen dan penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan dikecualikan dari pengenaan PPh. Selisih dari 30% laba setelah pajak dikurangi dividen atau penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan dikenai PPh. Sedangkan sisa setelah pajak sebesar 70% tidak dikenai PPh. 

2. Jika diinvestasikan 30% dari jumlah laba setelah pajak = Dividen dan penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan dikecualikan dari pengenaan PPh. Dividen dan penghasilan setelah pajak yang diinvestasikan dikecualikan dari pengenaan PPh. 


REALISASI INVESTASI TAHUN 2021 


Dikutip dari data BKPM, realisasi investasi yaitu 442.8 Triliun dengan target 900 triliun, artinya 49,2% sudah tercapai. Tingginya pencapaian ini tentunya mendorong penyerapan tenaga kerja 292.401 orang. sektor penyumbang terbesar berasal dari sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (22,2%) dan lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar berada di Jawa Barat (19,4%).


Kemudahan berinvestasi didukung dengan penghapusan PPh atas dividen WPDN dan WPLN dengan syarat 30% dividen tersebut diinvestasikan di Indonesia dengan beberapa ketentuan lainnya. Skema, mekanisme dan prinsip dasar terjadi pada tarif UU PPh No. 17 Tahun 2000 menjadi 0% karena dihapuskan dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam UU Cipta Kerja. Tentunya hal ini harus didukung dengan faktor lainnya seperti kemudahan perizinan, besarnya pasar domestik, akses pasar internasional, Infrastruktur, kondisi sosial dan keamanan, dan ketersediaan sumber daya manusia.


Bogor, 13 November 2021

Salam, 


Sri Patmi

AUKUS, Pakta Pertahanan atau Pakta Keamanan?

 
Ilustrasi Gambar : Katadata.id


Berangkat dari banyak persoalan politik luar negeri yang terjadi saat ini, Indonesia dengan politik bebas aktif masih terus menjalankan hubungan diplomasi yang baik dengan banyak negara tak terkecuali China dan AS. Meski saat ini terjadi eskalasi konflik yang makin menegang diantara kedua negara. Memanasnya konflik ini adalah reaksi dari kebijakan dan kejutan yang tak tertebak yaitu Pakta AUKUS. 

Belum reda rasa khawatir nelayan di Kepulauan Natuna akibat kapal perang dan kapal yang alih-alih melakukan penelitian di zona abu-abu antara ZEE dan Nine Dash Line. Rupanya China semakin menjadi-jadi ingin menunjukkan pada dunia tentang Nine Dash Line. 

Pengakuan atas Nine Dash Line ditunjukkan dengan cara halus/soft diplomacy. Indonesia memiliki kedaulatan laut dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). 

China juga merasa memiliki kedaulatan laut dengan Nine Dash Line. Terlebih pasukan TNI yang dikerahkan di Kepulauan Natuna, bukan hanya bertugas menjaga kedaulatan, melainkan juga untuk menegakkan hukum jika terjadi pelanggaran batas teritorial suatu negara. 

Secara sederhana cara China menunjukkan kedaulatannya dengan bahasa, "kami tidak perlu kapal perang ditempatkan di Laut China Selatan, hanya kapal penelitian saja untuk menunjukkan keberadaan Nine Dash Line pada seluruh dunia". Saya pribadi selaku Warga Negara Indonesia merasa tidak nyaman dengan cara-cara China menunjukkan kekuasaannya. 

Apalagi banyak nelayan yang mencari penghidupan di Laut pun merasakan kegelisahan terhadap hal ini. Atas dasar hal ini terhadap keberadaan AUKUS yang diresmikan tanggal 15 September 2021, seharusnya Indonesia dapat menunjukkan keberpihakannya kepada AUKUS. Apalagi berbicara masalah keamanan negara, didalamnya bukan hanya ada keamanan kolektif saja. 

Tetapi kompleks pada keamanan nasional, keamanan internasional, keamanan global dan keamanan insani. Aspek yang paling diperhatikan secara detail adalah menyangkut keamanan insani. 

Apalagi daerah perbatasan yang memiliki keterbatasan jangkau dari pusat negara. Isu keamanan global ini akan menyentuh pada ranah keamanan insani yang didalamnya terdapat aspek kemanusiaan, isu kesejahteraan, Hak Asasi Manusia (HAM), demokratisasi, kemiskinan, penghidupan warga negara yang berada di perbatasan utamanya saat ini. 

Pada perspektif lainnya, berdasarkan NPT atau Non-Proliferasi Treaty, aliansi negara AUKUS telah melanggar perjanjian tersebut. Sikap ini sangat keterlaluan dan membuat geram banyak pihak. 

Pihak-pihak yang merasa dirugikan secara global adalah kawasan IndoPasifik yang mengharapkan perdamaian dunia. Jangankan senjata nuklir, masih ingat dengan kejadian WTC di AS? 

Pesawat tempur biasa saja, bisa menjadi ancaman serius bagi suatu negara. Jika istilah perang dunia II, kita mengenal yang namanya kamikaze. Untuk saat ini, bisa saja PM Australia atau Inggris akan mentaati untuk tidak menggunakan senjata nuklir sebagai perang nyata bagi kehidupan manusia. 

Waktu berganti dan manusia itu dinamis, bisa berubah kapanpun. Negara manapun termasuk UNI Eropa sendiri terkejut dengan adanya AUKUS. Padahal masih hangat diingatan saya, Korea Utara dikenakan sangsi dari AS karena nuklir dengan alasan perdamaian dunia tanpa nuklir. 

Lalu bagaimana dengan AUKUS? Jika pemindah pengetahuan tentang nuklir sudah terjadi, dan kapal selam nuklir dibuat, memang kapal selam itu akan beroperasi dimana? Tentunya akan bergesekan juga dengan wilayah perairan Indonesia? 

Berangkat dari hal ini, Indonesia dapat menunjukkan keberpihakannya pada China. Bayangkan saja, jika terjadi perang nyata pelepasan nuklir diantara pihak yang berseteru? 

Indonesia berada ditengah-tengah dan mengkhawatirkan keamanan nasional dan keamanan insani. Meski menganut politik bebas aktif, Indonesia harus segera menentukan keberpihakan. Terlebih dengan adanya kejadian ini, tentunya akan menimbulkan efek domino pada kebijakan negara, kebijakan politik dan kebijakan ekonomi. Siapa yang dirugikan dalam hal ini? Kita juga sebagai Warga Negara Indonesia. 

Apalagi jika ditinjau lebih dalam lagi, gerbang perairan Natuna sangat strategis untuk lalu lalang kepentingan ekonomi impor dan ekspor barang, ditambah lagi harus ada mobilisasi kapal perang China yang ingin menunjukkan taringnya pada dunia. Aspek geopolitik ini bukan hanya makanan renyah dibidang politik, pertahanan dan keamanan saja, ini semua menjadi kewaspadaan bagi kita semua. 

Melalui juru biacaranya, Menteri Luar Negeri mengharapkan untuk mengedepankan dialog, mencermati dengan kehati-hatian, dan menegaskan kembali komitmen NPT. Saatnya Indonesia memainkan peran dikancah internasional dalam masalah ini. Jika beberapa waktu lalu, China memiliki regulasi seluruh kapal yang masuk Laut China Selatan harus didaftarkan dan tercatat keperluan serta kepentingannya. 

Pihak yang merasa dikecewakan selanjutnya adalah negara Prancis yang balik badan karena terjadinya pembatalan pengadaan kapal selam dengan Australia. Selain Prancis, ada lagi negara yang merasa dikecewakan adalah China tentunya. Negara China geram dengan AUKUS bahkan menganggap hal ini sebagai tindakan tidak bertanggung jawab. 

Negara-negara ASEAN dan Selandia Baru serta UNI Eropa yang merasa tidak diikutsertakan dalam aliansi untuk menghadapi IndoPasifik. Disini, bukan artinya Indonesia menjadi opportunis, tetapi Indonesia dapat mengambil langkah dari sikap-sikap kekecewaan negara-negara tersebut. Dimana Indonesia harus meletakkan diri? 

Jika juru bicara Menlu, harus ada dialog, artinya saat ini Indonesia dapat duduk bersama dengan negara-negara ASEAN membangun solidaritas bersama, menyamakan suara diatas kepentingan perdamaian dunia. 

Jangan seperti sekarang yang sedang terjadi, Filiphina mendukung AUKUS, sementara RI dan Malaysia menolak AUKUS. ASEAN memiliki kemampuan yang sangat potensial terhadap problematika ini. Di tahun 2022, Indonesia dapat mengangkat isu keamanan global ini dalam KTT G20. Pendekatan terhadap Prancis perlu dilakukan mengingat negara ini sangat dikecewakan oleh sikap Australia. 

Pertanyaan mendasar adalah Apakah AUKUS Pakta Pertahanan atau Pakta Keamanan? 

Dari uraian diatas persepsi kita sudah terbentuk. Meski PM Australia sudah mengeluarkan pernyataan jika AUKUS ini bukan Pakta Pertahanan melainkan Pakta Keamanan Kolektif. 

"Perdana Menteri kami [Boris Johnson], bersama dengan Presiden Biden dan Perdana Menteri Morrison mengumumkan sebuah kemitraan keamanan yang kami sebut AUKUS. Saya harus menegaskan bahwa AUKUS bukanlah sebuah traktat, bukan pakta, bukan aliansi baru," tegas Dubes Jenkins dalam webinar soal Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris, Rabu (22/9).

Indonesia memang menganut politik bebas aktif, tetapi bukan berarti tidak menunjukkan keberpihakan/tendensi. Bersikap adalah bentuk sebuah kewajaran untuk menjaga kedaulatan NKRI dan melindungi segenap rakyatnya agar tidak terdampak secara langsung atau tidak langsung. Dalam dunia pergaulan/hubungan internasional, kita tidak pernah tahu siapa kawan dan siapa lawan? Yang ada hanyalah kepentingan. 

Bogor, 17 November 2021

Salam, 


Sri Patmi 


AUKUS vs Tiongkok, Indonesia Dikepung Negara Pengembang Nuklir

 

Ilustrasi Gambar : Katadata.id



Tanggal 15 September 2021 menjadi babak sejarah perang dingin baru. Dimana Pakta AUKUS didirikan sebagai bentuk keamanan kolektif dan trilateral negara Australia, Britania Raya, dan Amerika Serikat (Australia, United Kingdom, United States). 

Pakta tersebut mencakup bidang utama berupa kecerdasan buatan, cyber warfare, asimetryc warfare, ancaman hibrida, kekuatan bawah air dan serangan jarak jauh. Selain itu, AUKUS akan berfokus pada kemampuan militer yang terpisah dari five eyes.

Terbentuknya AUKUS menjadi tandingan terhadap hegemoni China. Babak perhelatan baru dimulai AUKUS vs Tiongkok. Sementara China terus melakukan trade war. Produktivitas dan distribusinya menimbulkan hegemoni tersendiri. Bagi China, tindakan ini sebagai extremely irresponsible/tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Sementara Negara Prancis menarik Duta Besarnya di Australia dan membatalkan kerja sama pengadaan kapal selam karena dianggap skak in the back/tikaman dari belakang sejumlah uS$ 40 miliar.

Sikap Negara Malaysia justru menolak Pakta AUKUS meski  tergabung bersama dengan FPDA. Five Power Defence Arrangements (Susunan Lima Kekuatan Pertahanan, disingkat FPDA) adalah hubungan pertahanan melalui rangkaian persetujuan multilateral antara Britania Raya, Australia, Selandia Baru, Malaysia, dan Singapura (semuanya anggota persemakmuran Britania Raya) yang ditandatangani tahun 1971.

 RI dan Malaysia menolak AUKUS, Filiphina mendukung AUKUS. Kepentingan ekonomi di ASEAN sangat beragam, satu negara dengan lainnya memiliki sikap yang berbeda dan mencari titik kuat masing-masing.

 Jika ditinjau lebih dalam lagi, kapasitas militer aliansi AUKUS yaitu Amerika Serikat dengan budget US$ 740,5 miliar, jumlah alutsista 490, dengan peringkat 1.  Inggris US$ 56,04 miliar, jumlah alutsista 88, dengan peringkat 3. Australia dengan budget pertahanan militer US$ 42,7 miliar, jumlah alutsista 48, dengan peringkat 19. Bagaimana dengan posisi Indonesia dan China? Sementara Indonesia berada pada peringkat 16 dan China pada peringkat 3.

Isu AUKUS bukan hanya isu militer, efek domino didalamnya adalah humanity/kamanusiaan, hak asasi manusia, ekonomi, lively world, penghidupan dari masyarakat yang tidak terhubung dengan ekonomi global juga akan terdampak secara  negatif jika terjadi perlombaan senjata dikawasan.

Banyak negara berharap pada sikap Indonesia dan sikap negara ASEAN. Terlebih konflik Nine Dash Line/ 9 garis putus yang melibatkan negara-negara ASEAN dan negara adikuasa secara tidak langsung. 

Meskipun Indonesia tidak mengklaim atas kepemilikan Pulau Paracel dan Spratly, sikap Indonesia harus tetap waspada terhadap Pakta AUKUS dan Tiongkok. 

Mengingat ZEE di Kepulauan Natuna bergesekan langsung dengan Nine Dash Line. Daerah perbatasan menjadi fokus utama untuk terus dijaga kedaulatannya. 

Posisi Indonesia sangat mengerikan dimana Kepulauan Nusantara dikepung oleh negara pengembang senjata nuklir yaitu India, Pakistan, China, Australia. India dan Pakistan tidak tergabung dalam perjanjian NPT yaitu perjanjian internasional penyebaran dan promosi senjata nuklir. Bahkan pada saat Indonesia mengalami reformasi tahun 1998, secara terbuka India dan Pakistan melakukan perputaran uji coba nuklir.

Sebagaimana diketahui, kapal selam konvensional bertahan selama 30 hari sedangkan kapal selam nuklir 99 hari di laut. Hal ini sangat membahayakan kedaulatan NKRI. 

Terlebih posisi Indonesia berada ditengah-tengah Benua Australia dan Tiongkok. Indonesia sangat memprihatinkan berada perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer kawasan. Hal ini menjadi tantangan berat bagi kebijakan politik bebas aktif Indonesia. Namun, sikap Indonesia tetap tegas untuk menjalankan politik luar negeri tersebut.


Bogor, 17 November 2021

Salam, 


Sri Patmi 

Saturday, 6 November 2021

MENELAAH SEJARAH PANDEMI BLACKDEATH DI EROPA DI MASA PANDEMI COVID-19

 

Sumber Gambar : IDN Times 

Virus Corona bukanlah pandemi pertama di dunia. Sepanjang sejarah, pernah ada beberapa wabah maut di planet ini. Sekarang zaman sudah canggih, tapi bagaimana orang di zaman dulu mengatasi wabah yang mengancam jiwa?

Salah satu wabah besar yang tercatat dalam sejarah adalah Black Death, atau Bubonic Plague yang terjadi tahun 1347-1350. Mungkin bisa diadu dengan COVID-19, mana yang lebih berbahaya.

Black Death adalah julukan untuk penyakit Pes. Menurut Encylopaedia Britannica, Ini adalah penyakit akibat bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini ditularkan dari tikus ke manusia dengan perantara kutu.

Penyakit pes ini terbagi 3 yaitu Bubonic Plague atau pembengkakan kelenjar getah bening, Pneumonic Plague atau infeksi paru-paru dan Septicemic Plague atau infeksi pada darah. Yang paling banyak terjadi di Eropa abad ke-14 adalah Bubonic Plague.

Livescience menulis, pasien bisa meninggal hanya dalam 4 hari setelah tertular dengan demam tinggi, muntah, dan kelenjar getah bening bengkak dan pecah. Sungguh mengerikan. Diperkirakan, 25 juta orang atau 30% populasi di Eropa meninggal akibat wabah Pes antara tahun 1347-1351.

Ini masih jauh lebih mengerikan dari COVID-19. Data terbaru COVID-19 mencatat sudah ada 207.000 kematian akibat COVID-19 sampai saat ini.

Encyclopaedia Britannica menyebutkan wabah pes dari China terbawa dalam invasi bangsa Mongol di Jalur Sutra menuju Crimea tahun 1347. Di sana banyak kapal-kapal dagang dari Genoa, Italia. Tikus-tikus di kapal Italia ketularan kutu-kutu pes dari tikus Asia dan terbawa pulang ke negeri asalnya. Dari situlah Italia ketularan wabah Black Death yang sangat parah. Dari Italia, Black Death menyebar ke seluruh wilayah Eropa Barat.

Dilansir dari Irish Time, saat wabah Black Death sampai ke Inggris tahun 1665, metode yang umum dilakukan untuk mencegah penularan adalah lokalisir. Dewan kota mengumumkan semacam perintah siaga wabah.

Langkah-langkahnya antara lain menyalakan api unggun untuk membersihkan udara, anjing liar ditangkapi, makanan tidak sehat dirazia dari pasar, kumpul-kumpul dilarang dan yang dianggap paling kontroversial saat itu adalah mengunci warga di rumah masing-masing.

Pelajaran dari Black Death adalah, sebuah wabah bisa datang dari mana saja bahkan tempat yang jauh dengan perantara apa saja dari kutu sampai udara. Itu sebabnya kita semua mesti siaga.

Maut Hitam menimbulkan dampak drastis terhadap populasi Eropa, serta mengubah struktur sosial Eropa. Wabah ini memberi pukulan serius terhadap Gereja Katolik Roma, institusi keagamaan sangat berpengaruh pada masa itu, serta mengakibatkan perburuan dan pembunuhan terhadap kaum minoritas seperti Yahudi, Muslim, pendatang, pengemis, serta penderita lepra. Ketidakpastian untuk tetap bertahan hidup membuat suatu kecenderungan yang tak sehat pada masyarakat untuk hidup hanya untuk hari ini, seperti digambarkan oleh Giovanni Boccaccio pada The Decameron (1353).

Kehilangan Norma dan Sosialisasi Masyarakat

Giovanni Boccaccio, seorang penulis asal Italia hidup melewati wabah karena melanda kota Florence pada tahun 1348. Pengalaman ini mengilhaminya untuk menulis ‘The Decameron‘, kisah tujuh pria dan tiga wanita yang melarikan diri dari wabah penyakit dengan melarikan diri ke sebuah villa di luar kota. Kisah Giovanni sangat menggambarkan kondisi ratus tahun pertengahan di Eropa pada waktu itu.

Masing-masing warga menghindari warga lainnya, nyaris tidak benar tetangga yang saling berkomunikasi, saudara tidak pernah menghubungi atau nyaris tidak pernah mengunjungi satu sama lain. Wabah penyakit ini lebih buruk dan luar biasa sampai mengakibatkan ayah dan ibu menolak untuk menjenguk anak-anak mereka yang terjangkit wabah, seolah-olah mereka tidak miliki anak.

Banyak pria dan wanita jatuh sakit, dibiarkan tanpa perawatan apapun kecuali dari rasa sosial sahabat (tapi hanya sedikit), meskipun banyak yang mencoba membayar dengan upah tinggi tapi tidak hadir banyak kesempatan memperolehnya.

Nasib yang sangat menyedihkan menimpa kalangan kelas bawah dan sebagian akbar kelas menengah. Kebanyakan dari mereka tetap tinggal di rumah, hidup dengan kemiskinan dan keinginan keselamatan, ribuan orang jatuh sakit. Mereka tidak memperoleh perawatan dan perhatian, nyaris semua penderita wabah penyakit meninggal. Banyak yang mengakhiri hidup di jalan-jalan malam hari dan siang hari, meninggal di rumah-rumah mereka yang dikenal mati karena tetangga mencium bau mayat membusuk. Mereka yang lebih peduli tergerak oleh amal agama hendak menyingkirkan mayat-mayat yang membusuk. Dengan bantuan porter, mereka membawa mayat (yang terkena wabah penyakit) keluar dari rumah dan menaruhnya di pintu.

Berikut 7 cara tidak lazim yang digunakan untuk mengusir Maut Hitam di masa lampau.

1. Menyebarkan wewangian

Teori Miasma — yang mengatakan kalau penyakit disebabkan oleh udara dan bau busuk — memiliki pengaruh besar pada konsep wewangian sebagai pencegah penyakit.

Seperti yang dijelaskan dalam laman Science Direct, masyarakat Abad Pertengahan memang percaya kalau menghilangkan bau tak sedap adalah salah satu cara yang ampuh untuk menghentikan penyakit menular seperti Maut Hitam.

2. Menggigit bawang putih dari balik topeng

Selain menggunakan wewangian untuk menjauhkan diri dari penyakit menular, para dokter pada Abad Pertengahan juga sering mengenakan topeng berparuh agar tidak mencium bau busuk para korban Maut Hitam.

Meskipun tampak aneh dan tidak masuk akal, topeng dan kostum yang mereka pakai adalah jas hazmat berteknologi tinggi pada masanya. Seperti dikutip dari Science Blogs, kostum itu sendiri terbuat dari kain yang dilapisi lilin untuk mencegah darah dan cairan tubuh pasien agar tidak masuk ke dalam pakaian mereka.

Sarung tangan kulit membuat mereka tidak menyentuh pasien secara langsung, sedangkan irisan kristal yang dipoles di bagian mata topeng mereka memungkinkan mereka untuk melihat dengan jelas, tetapi di satu sisi tetap menjaga agar cairan dari luar tidak masuk ke dalam mata mereka.

Namun dari sekian banyak alat yang dipakai, topeng berparuh lah yang dianggap paling efektif oleh mereka. Topeng itu sendiri diisi dengan bumbu dan rempah-rempah yang memiliki bau menyengat untuk "menyaring" udara yang mereka hirup.

Beberapa dokter bahkan melangkah lebih jauh dengan menggigit bawang putih sambil memakai topeng ketika sedang memeriksa pasien Maut Hitam.

3. . Menyalakan api yang besar

Ketika perlindungan pribadi tidak cukup, pemerintah lokal pada Abad Pertengahan akan berusaha untuk mengusir penyakit dengan mengubah udara kota (masih berhubungan dengan teori miasma). Salah satu caranya adalah dengan menyalakan api unggun besar, di mana asapnya dianggap akan membersihkan udara seluruh kota.

Ketika Wabah Besar tahun 1665 menghantam London, sang walikota memerintahkan agar semua penduduk kota mengeluarkan benda-benda yang mudah terbakar untuk mempertahankan nyala api selama tiga hari tiga malam secara berturut-turut.

Melansir dari buku The Plague and the Fire, jalan-jalan kota London pada saat itu tetap kosong selama hari "pembersihan" tersebut, hanya diisi oleh orang-orang yang menyalakan api dan menjaga agar percikan api tidak membakar rumah-rumah di sekitarnya.

Sayangnya, seorang penulis diari bernama Samuel Pepys mencatat kalau api pembersihan itu justru membakar seluruh kota London pada tahun berikutnya.

4. Membunuh kucing 

Selama peristiwa Wabah Besar, pemerintah kota London juga melakukan pemusnahan kucing dan anjing dalam skala besar. Seperti yang kita ketahui, wabah ini disebarkan oleh tikus dan kutu. Jadi tanpa kucing dan anjing untuk menekan populasi tikus, tindakan ini justru semakin memperparah kondisi wabah pada saat itu.

Dalam jurnal Killing the Cats yang diterbitkan oleh Universitas Washington, Walter G. Andrews menyebutkan kalau sampai abad ke-18 di Prancis, kucing-kucing sering ditangkap ke dalam jaring atau kandang lalu diangkat ke atas api dan dibakar sampai mati. Menurut mereka, abu kucing dianggap sebagai perlindungan yang kuat terhadap sihir dan pembawa keberuntungan.

5. Mencambuk diri sendiri

Pada masa Yunani kuno, mereka yang terkena wabah percaya kalau Dewa Apollo telah menembak mereka dengan panahnya yang tak terlihat. Namun pada Abad Pertengahan, bukan Apollo yang menyebarkan penyakit. Sebaliknya, Tuhan Kristen lah yang telah menghukum mereka karena dosa-dosa mereka.

Sebagaimana dijelaskan dalam laman Eye Witness to History, praktik ini sangat dekat dengan kaum flagela (flagellant), sekumpulan orang yang berpikir kalau cara terbaik untuk membebaskan diri dari penyakit adalah dengan menghukum tubuh mereka yang berdosa.

Di seluruh pelosok Eropa pada Abad Pertengahan, kaum flagela sering berkumpul untuk mencambuk diri sendiri sampai tubuh mereka berdarah-darah. Pada tahun 1349, kelompok ini tiba di London dan langsung melakukan ritual "pembersihan" di sana.

Di tahun yang sama, Paus Klemens VI mengeluarkan bulla kepausan untuk melarang tindakan para flagela, karena mereka telah mengambil hak Gereja untuk mengampuni dosa-dosa mereka ke tangan mereka sendiri dan membuat kerumunan orang sehingga mempercepat penyebaran wabah itu sendiri.

6. Mengonsumsi merkuri, tanduk "unicorn" dan endapan batu dari perut kambing

Efek placebo memang luar biasa. Lewat efek ini, kita percaya kalau obat dapat menyembuhkan penyakit kita. Ternyata, efek placebo juga telah terlihat sejak Abad Pertengahan, tepatnya ketika para dokter meresepkan ramuan "eksotis" untuk pasien-pasien mereka.

Di Eropa pada Abad Pertengahan, rempah-rempah dari negeri yang jauh (India, Indonesia, Tiongkok) dihargai karena kemanjuran obatnya. Pada abad ke-17, obat-obatan impor seperti ini masih disukai oleh mereka yang mampu membelinya.

Salah satunya adalah merkuri, yang digunakan oleh para peracik obat pada masa itu. Lebih parahnya lagi, mereka juga membuat obat dari "tanduk unicorn" yang dihancurkan. Besar kemungkinan kalau tanduk ini adalah tanduk paus narwhal (paus bertanduk) yang juga sering disebut sebagai unicorn laut.

Selain kedua bahan itu, ada bahan lain yang lebih tidak masuk akal. Melansir dari jurnal Treatments for Bubonic Plague, dokter pada Abad Pertengahan juga memakai bezoar (batu yang ditemukan di dalam perut kambing atau hewan lain) sebagai obat yang tepat untuk menyembuhkan Maut Hitam.

7. Menempelkan ayam hidup pada luka yang basah

Pada abad ke-17, salah satu obat yang terkenal untuk menyembuhkan Maut Hitam adalah daging ular yang dijadikan tablet hisap. Untuk membuatnya, beberapa dokter menyarankan daging ular derik. Terkadang, mereka juga menggunakan daging ular yang masih hidup.

Seperti yang kita ketahui, Maut Hitam sendiri menandai korbannya dengan kelenjar getah bening yang membengkak dan akhirnya berubah menjadi hitam. Tentu saja, luka ini sangat menyakitkan jika disentuh. Jadi, untuk menyembuhkannya, seorang dokter Austria yang hidup pada tahun 1494 menawarkan sebuah solusi yang tidak masuk akal.

Mengutip dari jurnal The Live Chicken Treatment for Buboes, berikut metodenya:

"Ambil beberapa ayam jago muda yang masih hidup, cabut bulu-bulu di sekitar duburnya, lalu tempatkan dubur ayam di atas luka yang membengkak sampai ayam tersebut mati. Ulangi dengan ayam hidup lainnya sampai hanya tersisa satu ayam yang masih bertahan hidup."

Pada awal 1500-an, Inggris menerapkan kebijakan pertama untuk memisahkan dan mengisolasi warga sakit. Rumah-rumah yang dirasa memiliki wabah ditandai dengan tali jerami pada tiang di luar rumah. Jika memiliki anggota keluarga yang terinfeksi, makan Anda harus membawa tiang putih ketika keluar rumah. Anjing dan kucing yang dianggap berpotensi membawa penyakit pun dibunuh secara massal.


Referensi

^ Egypt – Major Cities, U.S. Library of Congress

^ Snell, Melissa (2006). "The Great Mortality". Historymedren.about.com. Diakses 2009-04-19

^ Richard Wunderli (1992). Peasant Fires: The Drummer of Niklashausen. Indiana University Press. hlm. 52. ISBN 0-253-36725-5.

^ J. M. Bennett and C. W. Hollister, Medieval Europe: A Short History (New York: McGraw-Hill, 2006), p. 329.

^ a b David Nirenberg, Communities of Violence, 1998, ISBN 0-691-05889-X.

^ R.I. Moore The Formation of a Persecuting Society, Oxford, 1987 ISBN 0-631-17145-2

^ a b Black Death, Jewishencyclopedia.com

^ "Jewish History 1340–1349".