Monday, 14 June 2021

Artikel Sri Patmi : Membuka Tabir Rahasia Tulisan Tangan Untuk Raih Kesuksesan


 

PART 1 JENIS LIFETRAPS

Siapa sangka jika tulisan tangan pada akhirnya membuka rahasia kehidupan dan kesuksesan Anda. Secret code ini sepertinya sulit untuk dipahami, namun membuka kuncinya dapat dilakukan dengan diri sendiri yang mulai memaknai tulisan tangan. Banyak orang merasa tidak nyaman berhadapan dengan seseorang dan mulai curhat tentang kesulitan hidupnya. Banyak orang berharap orang bisa mengerti dirinya tanpa dia harus membuka mulutnya untuk bercerita. Dalam kondisi seperti ini, kemudahan dalam menggali karakter, persepsi, emosi dan perilaku dapat mudah dilihat dairi tulisan tangan.

Handwriting analysis atau grafologi meski menuai pro dan kontra, bahkan sebagian orang menganggap grafologi adalah seni yang bersifat subjektif. Dengan adanya subjek permasalahan tersebut. Secara mendasar manusia akan melakukan autoterapi atau grafo terapi untuk memperbaiki tulisan dan perangainya. Dengan memperhatikan tulisan tangan, potensi sikap dan perilaku positif seseorang bisa dilihat sangat jelas. Sebaliknya, berbagai keyakinan negative yang menghambat dan mengganjal pengembangan diri juga bisa digali dengan mudah, murah dan relative bebas dari manipulasi (rekayasa).

Aspek yang dapat diamati adalah sebagai berikut :

1.       1. Margin atau batas pinggiran tulisan

2.       2. Spasi atau jarak antar kata atau baris tulisan

3.       3. Baseline atau garis dasar tulisan

4.       4Size atau ukuran tulisan

5.       5. Tekanan penulisan

6.       6. Zona penulisan

7.       7. Kemiringan Tulisan

8.       8. Tipe Tulisan

9.       9. Kecepatan Penulisan

10.   10. Huruf unik

11.   11. Tanda tangan


Dengan mengetahui 11 ciri utama tulisan Anda bisa menggali lifetrap (jebakan kehidupan) yaitu :

1.     1. Abandonment merupakan jebakan kehidupan yang disebabkan oleh kurangnya rasa aman didalam keluarga sewaktu kecil berupa kehilangan orang yang dicintai atau situasi yang menyebabkan seseorang merasa ditinggalkan atau dibuang. Perilaku yang sering muncul saat dewasa adalah selalu mencari teman, selalu berusaha menunjukkan sikap baik pada orang lain meski orang lain bertindak buruk pada dirinya dan paling tidak bagus adalah memposisikan dirinya pada posisi dibuang, tidak penting, atau tidak berarti.

2.       2. Mistrust and Abuse merupakan jebakan masa kecil dimana ia terlalu sering dibohongi dan dilecehkan semasa kecil menyebabkan seseorang tumbuh dengan rasa curiga, waswas dan ketakutan yang luar biasa. Dalam pikiran orang yang terkena jebakan seperti ini adalah orang lain tidak bisa dipercaya karena selalu ingin menyakiti, menipu, atau mengambil keuntungan dari dirinya. Orang seperti ini akan selalu berasumsi buruk.

3.       3. Dependence merupakan orang yang terkena jebakan kehidupan dimana kehidupan yang menyebabkan seseorang selalu merasa harus bergantung pada orang lain. Jebakan ini umumnya terjadi karena dimasa kecil orang tersebut selalu dibawah ketiak orang tuanya.

4.       4. Vulnerability atau rasa rapuh yang berlebihan akan menyebabkan seorang merasa hidup didunia ini penuh masalah, ancaman, perang, bencana dan penyakit. Dunia adlaah tempat yang penuh masalah, jebakan dan tidak aman. Begitulah kira-kira keyakinan yang bersarang dalam diri seorang vulnerability. Orang tua yang overprotective adalah penyebab utama jebakan ini.

5.       5. Emotional Deprivation merupakan jebakan kehidupan yang duderita oleh orang yang semasa kecilnya tidak mendapat kehangatan emosi dan cinta yang cukup. Karena kebiasaan tidak dipedulikan orang ini akan tidak mempedulikan orang lain dan membangun hubungan dengan orang lain secara dingin dan cuek.

6.       6. Social Exclusion merupakan kondisi dimana seseorang selalu merasa asing atau justru dirinya didalam pergaulan sosialnya. Dia merasa tidak bisa diterima oleh kelompoknya karena merasa ada yang aneh atau berbeda didalam dirinya. Jebakan kehidupan jenis ini umumnya disebabkan oleh ejekan atau penilaian buruk orang lain atau perlakuan yang menyakitkan dari orang lain. Berbagai perlakuan ini menyebabkan seseorang mengasingkan dirinya dan tertutup.

7.       7. Defectiveness muncul dalam bentuk harga diri yang rendah dan selalu merasa inferior dibanding orang lain. Kesukaan menyalahkan diri sendiri, ragu-ragu apakah ada orang yang menghargai dirinya dan merasa aka nada penolakan dari orang lain.

8.       8. Failure merupakan jebakan kehidupan dimana seseorang selalu merasa gagal dalam setiap aspek kehidupannya. Dia tidak bisa menghargai keberhasilan karena sejak kecil selalu dicemooh, dianggap bodoh, tidak mampu, tidak terampil, dan malas. Dewasanya, seseorang dengan jebakan ini selalu melebih-lebihkan kegagalannnya kadang malah bertindak aneh dengan berbagai upaya supaya apa yang dilakukan itu gagal (meski tidak disadari).

9.       9. Subjugation merupakan jebakan yang menyebabkan seseorang selalu patuh dan menyenangkan orang lain. Jebakan ini disebabkan pengalaman saat kecil dimana ia selalu ditekan orang tua yang sangat melemahkan. Perasaan bersalah jika mendahulukan kepentingan diri sendiri, membiarkan orang lain mengontrol kehidupannya, takut dihukum.

10.   10. Unrelenting Standards merupakan jebakan yang sering menimpa orang yang sewaktu kecilnya selalu ditekan untuk menjadi yang terbaik dan menjadi nomor satu dengan mengorbankan kebahagiaan dan kesenangan sebagai anak-anak. Dengan jebakan ini, orang akan over achiever. Hidupnya akan terasa hampa karena diatas sana sepi dan tidak ada apa-apa.

11.   11. Entitlement merupakan jebakan kehidupan dimana seseorang merasa berhak untuk mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan. Dia selalu menginginkan sesuatu cepat tanpa memperdulikan situasi dan kondisi disekitarnya. Orang ini akan merasa lebih kaisar dibanding kehidupan ini dan merasa berhak untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan. Kemarahan yang meledak-ledak dan perilaku kasar pada orang lain sering ditunjukkan sebagai upaya untuk menunjukkan kekesalan karena apa yang dia inginkan tidak segera dipenuhi. Jebakan ini berpangkal pada sikap orang tua/orang terdekat yang terlalu memanjakan. Orang dengan jebakan ini akan mempunyai masalah besar dengan disiplin diri, aturan main sosial, serta pemikiran orang lain.

 

Sebelas lifetraps ini dapat menyebabkan kehancuran dalam ekonomi, hubungan sosial, hubungan percintaan dan lain-lain. Oleh karena itu, selagi mampu dideteksi sedari dini, kita dapat memperbaikinya agar lebih baik. Mari kita bersama belajar untuk mengetahui jebakan kehidupan ini melalui pola tulisan yang bermanfaat. (Berlanjut Part 2)

 

Salam,

 

Sri Patmi

Sunday, 13 June 2021

Artikel Sri Patmi : Konsep 5B untuk Membangun Personal Branding


 

Sebelum berbicara jauh tentang personal branding, mari kita bersama sadari keberhargaan diri kita di dunia ini. Setelah mengetahui keberhargaan diri, maka kita dapat membentuk personality sesuai dengan konsep diri yang dibentuk. Personality atau kepribadian berkaitan erat dengan sifaat yang melekat didalam diri bahkan menjadi tanda dari setiap manusia. 

Kepribadian menentukan tindakan dalam keseharian. Salah satu caranya adalah mengetahui kelemahan dan kekuatan diri kita. Beberapa tipe kepribadian manusia yang sangat lekat kita kenal berkaitan erat dengan pernyataan Hippocrates dari Yunani 400 SM, dimana kepribadian dipengaruhi oleh empat cairan pada tubuh yaitu : 


1. Sifat panas dalam sanguinis (darah) 

2. Sifat dingin pada phlegma (lendir) 

3. Sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning) 

4. Sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam) 


Dari sini, kita akan membentuk diri menjadi sosok yang potensial sesuai dengan karakteristik pembawaan. Biasanya potensial yang dibawa oleh kepribadian ini adalah : 


1. Koleris potensi erat dengan karakter sang pemimpin, pengusaha, pimpinan perusahaan, motivator

2. Sanguinis yang sangat populer dan cocok untuk menjadi Public Relations, Marketing/Sales, Entertainer

3. Melankolis dengan julukan si sempurna, cocok untuk menjadi penulis, analis, akuntan 

4. Phlegmatis si pembawa damai, cocok sekali untuk bidang pekerjaan layanan pelanggan, guru dan konselor


Setelah memahami diri, ada baiknya saat ini kita mulai membangun personal branding yang tepat. Membangun personal branding itu butuh waktu. 

"Butuh 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk merusaknya. Jika kamu berpikir tentang hal itu, kamu akan melakukan berbagai hal secara berbeda."  Warren Buffett 


Yuk kita coba tips membangun personal branding yang selama ini saya lakukan : 

1. Memahami tujuan mengapa kita harus membangun personal branding. Inilah yang paling penting untuk membentuk sebuah strategi dan jalan untuk memperkuat kepribadian. Personall branding adalah visualisasi yang memudahkan kita mengenal diri sendiri dan orang lain mengenal siapa kita yang sesungguhnya. Personal Branding akan menjadikan kita memiliki nilai kehidupan yang lebih positif. 

2. Pahami diri jika kita berharga dan unik. Identitas yang dibangun adalah tanda yang melekat dalam diri. Contoh : Jika orang menyebut nama Anda, orang akan teringat sesuatu yang melekat dalam diri Anda. Ketika kita berbicara Reza Rahadian, maka kita akan sama-sama menyebut dia adalah aktor terbaik di Indonesia. Seperti itulah cara kita membangun personal branding. Mengetahui keberhargaan dan memupuknya agar menjadi besar. Memiliki kebesaran atas diri sendiri. 

3. Pandai menempatkan diri. Dalam hal ini kita harus mengetahui kapan harus menjadi Me, Myself dan I. Maksudnya apa? Dimana kita harus menunjukkan sifat keakuan dan eksistensi aku didalam kehidupan ini. Jangan melulu bercerita tentang Siapa AKU? Biarkanlah perangai Anda yang mencerminkan dan membentuk citra diri yang positif dalam lingkungan. Dengan demikian, Anda dapat membentuk lingkar lingkungan Anda sendiri dan kebanyakan orang akan masuk dalam lingkungan Anda. 

4. Menumbuhkan sikap kepemimpinan yang kuat. Hala utama yang dilakukan untuk membangun personal branding yang kuat adalah memimpin diri sendiri sehingga Anda tahu bagaimana harus memperlakukan diri terhadap aspek luar diri. 

5. Mulailah membuka diri pada dunia yang luas. Di era yang serba canggih ini, banyak sekali cara kita untuk membuka diri dan memperkenalkan diri kepada publik. Salah satunya melalui keterlibatan diri dalam forum dan kanal publisitas dengan audiens yang heterogen. 

6. Konsisten untuk menjalankan kebiasaan baik. Sama halnya dengan yang sudah dinyatakan oleh Warren Buffett, personal branding dibentuk bertahun lamanya, butuh upaya untuk menjaganya agar terus konsisten melekat didalam diri. Dengan menjaga konsistensi, seseorang dengan citra dengan citra yang ditampilkannya akan mudah terlihat dan tidak terkesan menipu atau mengada-ada. Jadi, personal branding itu bukan mengada-ada, tetapi menjadikan kita apa adanya. 

7. Menjalankan KONSEP 5B dalam kehidupan secara luas yaitu : 

a. BELAJAR LEBIH 

Dimanapun tempat dan waktunya, jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk selalu belajar hal baru. Jangan pernah membatasi diri pada keterbukaan dan perubahan yang signifikan didalam kehidupan. Jika masih dapat melakukan, maka lakukan. Jika masih diberi kesempatan, maka perjuangkan! Hal ini akan menumbuhkan sikap optimis tanpa memandang teori sebab akibat. Melakukan bukan untuk hasil kepada orang lain agar terlihat baik dan dinilai baik, tetapi kembali untuk diri sendiri. Berbuat baik terhadap orang lain, sama halnya sedang berbuat baik pada diri sendiri. Belajar lebih banyak tandanya Anda memperkuat personal branding didalam diri dan wujud kasih pada diri sendiri. 


b. BERBAGI LEBIH BANYAK 

Konsep utamanya ketika berbagi, ada atau tidak ada tetaplah berbagi. Berbagi disini bukan hanya perkara uang atau materi. Tidak akan ada sesuatu yang sia-sia saat berbagi. Berbagi pengalaman hidup, pengetahuan dan motivasi bangkit dari keterpurukan. Berbagi dapat menimbulkan efek riak/ripple effect saat kita melakukannya. Contoh ketika kita menguap, orang lain akan tersugesti menguap. Contoh lain adalah ketika kita berbagi pengetahuan kepada orang lain tentang suatu cara untuk melakukan hal yang sulit, orang tersebut akan merasa sangat terbantu dan menimbulkan keinginan untuk menghargai orang lain dengan cara berucap terima kasih atau memberikan sesuatu sebagai wujud penghargaan


c. BERSINAR LEBIH TERANG 

Jadilah cahaya terang untuk diri sendiri. Ijinkanlah publik mengenal diri Anda secara utuh bukan hanya sisi baik saja, melainkan menjalankan keseimbangan hidup yaitu ada baik dan buruk. dengan demikian Anda akan menjadi apa adanya. Sadari jika hidup ini adalah harmoni dari sebuah keseimbangan dua sisi. Sama halnya ketika kita memandang orang lain, sisi baik dan buruknya adalah bagian dari perbedaan dan konsep heterofili yang saling menghargai. Jangan saling mencari kelemahan diri masing-masing. Karena manusia satu dengan yang lainnya berbeda. 


d. BERDIRI DENGAN KEKUATAN 

Seperti diawal telah dijelaskan bahwa kita memiliki sisi kekuatan yang harus terus dijaga. Jika telah mengetahui kekuatan yang dapat menjadikan sebuah keberhargaan, kita sebaiknya fokus pada keunggulan dan potensi yang kita miliki dan sesegera mungkin menyebarkan kepada banyak orang agar makin bersinar. 


e. BERKABAR PADA DUNIA 

Tak kenal maka tak sayang, potensi yang kita miliki diwujudkan dalam teks dan konteks yang bermanfaat untuk orang lain. Sareh dan bijak dalam menggunakan kanal dan media baru pada masa seperti ini. Jangan menimbulkan perpecahan yang mengakibatkan menurunnya reputasi diri Anda. 


Nah... ini dia tips jitu untuk membangun personal branding! Lakukan dan lihat perubahan besar dalam diri Anda. 


Salam, 


Sri Patmi